
Bernado Udayana
Indonesia
Bernado Udayana a.k.a. Multispesies menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Seni Indonesia Surakarta (2022) dan meraih gelar magister dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta (2025). Praktik interdisiplinernya berada di persimpangan antara realitas digital dan alam, dengan fokus pada relasi interspesies, ekologi spekulatif, serta koeksistensi antara manusia, teknologi, dan entitas non-manusia. Melalui instalasi, bio art, sound art, dan berbagai media hibrida, ia membangun narasi dan lingkungan spekulatif yang mengaburkan batas antara organisme, mesin, dan imajinasi ekologis. Karya-karyanya menyoroti isu keberlanjutan dan simbiosis antara sistem buatan manusia dan sistem ekologis. Dengan pendekatan pseudo-saintifik dan perspektif posthuman, praktiknya mengeksplorasi kemungkinan bentuk kehidupan, kesadaran, dan relasi baru dalam ekologi yang terus berubah. Sejak 2026, riset dan eksplorasi artistiknya berkembang ke wilayah persinggungan antara kecerdasan buatan dan imajinasi mengenai entitas artifisial. Melalui karya-karyanya, ia mengajak publik mempertimbangkan AI sebagai medium kreatif yang membuka kemungkinan dunia-dunia baru serta lahirnya bentuk-bentuk puisi yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Ia merupakan Finalis Finna Art Prize 2025 serta penerima Prabangkara Award (2020). Karyanya telah dipresentasikan dalam berbagai pameran dan festival, antara lain ARTJOG: Ars Longa – Generatio (2026), Anyang Nuit Blanche Festival, Korea Selatan (2025), Nandur Srawung (2025), Art Jakarta (2024), ICAD (2024), dan Selasar Sunaryo Art Space (2025).
Karya
Data Karya Belum Tersedia
Karya dari seniman ini sedang dalam proses pengumpulan