Dwi Januartanto

Dwi Januartanto

Indonesia

Budi Agung Kuswara lulus Program Sarjana Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada 2009 ini dikenal karena mengembangkan bahasa visual kontemporer yang berakar pada tradisi lukis Kamasan. Ketelitian garis, kerumitan detail, dan kekayaan narasi yang menjadi ciri khas seni Kamasan diolah kembali dalam karya-karyanya untuk merespons persoalan identitas, memori, relasi sosial, dan dinamika budaya masyarakat Indonesia masa kini. Melalui pendekatan tersebut, Budi memadukan estetika tradisional Nusantara dengan sensibilitas visual kontemporer, menghasilkan karya yang kaya simbol sekaligus reflektif terhadap perubahan sosial. Selain berkarya sebagai seniman, ia merupakan salah satu pendiri Ketemu Project Space di Bali, sebuah ruang seni dan perusahaan sosial yang berfokus pada kolaborasi, pemberdayaan komunitas, dan keterlibatan publik melalui seni. Karya-karyanya telah dipamerkan secara luas dalam pameran tunggal maupun kelompok di Indonesia, Singapura, Malaysia, Jepang, Prancis, Jerman, Inggris, Australia, Meksiko, Taiwan, Italia, Filipina, dan Amerika Serikat. Pameran tunggal pentingnya antara lain Tiba Anak Cucu (2024), Repose: Under The Sun (2023), Residual Memory (2021), dan Arus Berlabuh Kita (2018). Ia juga mengikuti program residensi di Bamboo Curtain Studio, Taiwan; Fukuoka Asian Art Museum, Jepang; dan TAKSU Kuala Lumpur. Karya Budi Agung Kuswara menjadi bagian dari koleksi sejumlah institusi, termasuk Singapore Art Museum, Museum Azman di Malaysia, dan Tumurun Private Museum di Indonesia.

Karya

Data Karya Belum Tersedia

Karya dari seniman ini sedang dalam proses pengumpulan