
Endang Lestari
Indonesia
Endang Lestari bekerja terutama dengan medium tanah liat dan media campuran. Lulusan program Sarjana dan Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini mengembangkan praktik artistik yang berangkat dari pertemuan antara tanah, migrasi, ritual, dan ingatan ekologis. Karya-karyanya mengabstraksi narasi-narasi berlapis tentang perpindahan dan kepulangan, menghadirkan ruang di mana geografi, budaya, sejarah, dan memori saling berkelindan. Bagi Endang, tanah bukan sekadar material, melainkan arsip hidup yang menyimpan jejak perjalanan manusia, perubahan lanskap, dan hubungan yang terus berkembang antara tubuh, alam, dan komunitas. Praktiknya mengeksplorasi gagasan ekologi regeneratif yang lahir dari retakan budaya, memori kolektif, serta siklus alam yang terus bergerak. Dengan memadukan warisan tradisi dan pendekatan seni kontemporer, ia menelusuri jejak leluhur untuk menghidupkan kembali ritual, memori tubuh, dan keterhubungan lintas budaya. Pendekatan ini membentuk bahasa visual yang puitis sekaligus reflektif, mempertemukan pengalaman personal dengan isu-isu ekologis dan pascakolonial. Karya Endang telah dipresentasikan dalam berbagai pameran, program publik, dan residensi internasional, di antaranya Liechtenstein Triennale (2021), Biennale Jogja XVII: TITEN (2023), Rainforest Fringe Festival di Sarawak, Malaysia (2017), Art Moments Jakarta (2024–2025), ARTJOG—Art Fair: Jogja Chapter (2025), serta ICAD #15. Ia juga merupakan finalis UOB Painting of the Year (2025) dan pernah mengikuti residensi di Shigaraki Ceramic Cultural Park, Jepang (2011). Saat ini, melalui proyek jangka panjang Geologies of Memory (2024–sekarang), Endang menelusuri hubungan antara migrasi, arsip tanah, lanskap pascakolonial, dan ekologi ritual sebagai upaya merumuskan kembali narasi regenerasi melalui pendekatan geopuitik.
Karya
Data Karya Belum Tersedia
Karya dari seniman ini sedang dalam proses pengumpulan