
I Gusti Ngurah Udianata
Indonesia
Herman Priyono menempuh pendidikan di Program Studi Seni Murni, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, dan sejak masa studinya aktif mengembangkan praktik artistik yang memadukan penguasaan teknik drawing tradisional dengan eksplorasi gagasan yang berakar pada pengalaman personal, memori, dan refleksi terhadap realitas sosial. Pada 2021, ia memperoleh penghargaan 5 Best Artwork dalam AKSY ARTSY di R.J. Katamsi, ISI Yogyakarta. Praktik artistik Herman berfokus pada medium drawing dengan menggunakan arang (charcoal) dan tinta sebagai material utama. Terinspirasi tradisi surealisme, ia menjadikan bahasa visual untuk menghubungkan alam bawah sadar, pengalaman hidup, serta berbagai persoalan kehidupan kontemporer. Sejak 2015, karya-karyanya telah dipresentasikan dalam berbagai pameran di Indonesia maupun luar negeri, termasuk ARTJOG MMXXII: Expanding Awareness, The Wounds That No One Can See di Bali, ART COURT di Jakarta, Filling the Void di Palm Springs, California, Habitus Loci di Jakarta, serta sejumlah pameran di Yogyakarta, Bandung, dan Surakarta.
Karya
Data Karya Belum Tersedia
Karya dari seniman ini sedang dalam proses pengumpulan