Indra Evendi

Indra Evendi

Indonesia

Ketertarikan Prima Milawati terhadap seni telah tumbuh sejak kecil dan kemudian diperdalam melalui pendidikan Desain Komunikasi Visual. Meskipun pada masa mudanya tidak memiliki kedekatan yang khusus dengan dunia tumbuhan, perjumpaannya dengan seni botani mengubah cara pandangnya terhadap alam. Sejak bergabung sebagai anggota aktif Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA) pada 2019, ia menekuni botanical art secara serius dengan memanfaatkan cat air dan pensil warna sebagai media utama. Bagi Prima, setiap tumbuhan menyimpan keindahan, karakter, dan kisah yang layak didokumentasikan melalui karya seni sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya merawat kekayaan hayati. Konsistensinya berkarya membawanya mengikuti berbagai pameran di Indonesia maupun mancanegara. Karyanya telah ditampilkan dalam ajang seperti Jakarta Biennale: Esok (2021), Flora of South East Asia di Singapore Botanic Gardens (2022), Plantae Documentary di Taiwan (2023 dan 2024), Green Open Gallery di Real Jardín Botánico, Spanyol (2024), Botánica Oberta Exhibition di Girona, Spanyol (2024), hingga The Resonance of Botanical Art: Japanese and Indonesian Botanical Artists di Kochi Prefectural Makino Botanical Garden, Jepang (2026). Di Indonesia, ia juga aktif berpartisipasi dalam seri pameran Ragam Flora Indonesia, Pekan Seni Botani, FLOII Expo 2025, dan berbagai pameran lainnya. Pada 2025, Prima meraih Juara II FLOII Botanical Art Competition, sebuah pencapaian yang menegaskan kualitas artistiknya di bidang seni botani. Selain berkarya sebagai seniman, ia juga berkontribusi dalam publikasi melalui buku dan flyer Hutan Adat: Gelek Malak Kalawilis Pasa.

Karya

Data Karya Belum Tersedia

Karya dari seniman ini sedang dalam proses pengumpulan