
Iwan Yusuf
Indonesia
Iwan Yusuf mengembangkan praktik artistik melalui penggunaan foto potret manusia yang dipadukan dengan bahasa lukis kontemporer. Figur pria paruh baya yang berulang kali muncul dalam karyanya merupakan representasi simbolik sosok ayah yang telah meninggal ketika ia masih kecil. Melalui pendekatan tersebut, Iwan menghidupkan kembali fragmen-fragmen memori, sejarah personal, dan jejak emosi yang membentuk identitas dirinya. Sejak pameran tunggal pertamanya Menghadap Bumi di Surabaya pada 2007, Iwan secara konsisten mengembangkan eksplorasi artistiknya melalui berbagai pameran tunggal, antara lain Bayi Angsa (2012), Pukat (2015), Menghadap Bumi di Danau Limboto (2013) dan Gorontalo (2020), Ilusi di Distrik Seni Sarinah (2022), Garis Ombak di Jagad Gallery Jakarta (2023), serta Tujuh Layar Menyisir Langit di Selasar Pavilion Bandung (2025). Karyanya juga telah dipresentasikan dalam berbagai ajang bergengsi, seperti ARTJOG, Art Jakarta, Jakarta Biennale, Manifesto Galeri Nasional Indonesia, Biennale Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta pameran di Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat.
Karya
Data Karya Belum Tersedia
Karya dari seniman ini sedang dalam proses pengumpulan